Nggak terasa sudah lama sekali saya nggak melakukan update pada blog ini..
Hari-hari berganti dan tahunpun berganti, tak terasa sekarang sudah 2013
Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan pribadi saya, mulai dari ditipu temen, gagal bisnis, dll
CURHAT PERTAMA
Kerugian puluhan juta telah berhasil saya torehkan dalam cerita dan pengalaman keuangan saya.
Tabungan amblas, Kios terjual...
Habis-habisan
namunpun begitu... hari ini saya tetap bisa berkata "semua itu telah berlalu" dan hidup tetap harus berjalan
CURHAT KEDUA
Banyak tawaran pekerjaan baru yang mengalir tapi saya tolak (wah gaya sekali ya?) hahaha
Kenapa? karena gaji ditempat sekarang lebih besar??
>> Jujur saja tidak..justru ditempat sekarang gaji jauh lebih kecil.
tapi kenapa saya tetap memilih untuk bertahan??
Bagi saya kehidupan itu seperti seni, dan saya mungkin sedikit "gila" dan nyeni. :)
Suatu hari seorang komisaris di perusahaan X bertanya kepada saya (setelah lebih dari setengah tahun dia menunggu saya join ditempat dia, dan saya dengan berat hati tetap harus berkata "maaf pak saya belum bisa join, karena tempat kerja saya masih sangat membutuhkan saya") ditengah perusahaan yang notabene kondisinya lagi dalam tanda petik...
Komisaris itu bertanya "Menurut kamu mana yang lebih penting dan lebih berkuasa kedepannya?? Semangat dan ide kreatif ataukah loyalitas??"
saya menjawab dengan cepat..Memang pak ide dan kreatifitas akan jadi lebih penting dan bahkan sangat penting, tetapi loyalitas juga kelak akan menjadi sebuah perhiasan yang sangat berharga dan susah ditemukan kedepannya"
Jadi jawabannya sudah tahu kan?? Itulah saya.
namunpun begitu... hari ini saya tetap bisa berkata "semua itu telah berlalu" dan hidup tetap harus berjalan
CURHAT KETIGA
Tanggung jawab bertambah, jabatan merangkap
seolah semua peraturan nampaknya abu-abu
begitu berat sampai senyumpun jadi menyimpul dan tak timbul
badan kurus dan kepala terasa berat
perut membuncit bahkan...
namunpun begitu... hari ini saya tetap bisa berkata "semua itu pasti juga berlalu" dan hidup tetap harus berjalan
Bagaimana dengan anda, sobat dan profesional muda semua??
apakah anda telah menyerah??
HARUS BELUM, KARENA SEMUA BEBAN MASALAH PASTI SUATU SAAT AKAN TERSELESAIKAN...
TETAP SEMANGAT...KEEP ON FIRE!!!
Rabu, 06 Februari 2013
Senin, 18 April 2011
Menjadi seorang Tenaga Penjual yang Ahli adalah menjadi diri sendiri.
Menjadi tenaga penjual adalah bukan 1 hal mudah, apalagi tatkala kita diharuskan menjual produk yang memang sudah membumi (sudah pasaran) dan banyak saingannya...
Seperti contohnya : menjual produk kebutuhan sehari-hari seperti sabun, makanan, pasta gigi, dll
Apalagi yang intensitas penggunaannya jarang2 atau musiman..
Tentu sangat tidak mudah dan bahkan terkesan sangat sukar
Apakah seperti itu yang profesional muda rasakan??
Saya ingin mengajak anda untuk sedikit merenung dan berpikir ulang..tanpa kita sadari sejak lahir kita telah menjadi seorang tenaga penjual yang handal dan produktif. Di lingkungan, teman bermain, sekolah, dirumah..seringkali kita telah menjadi tenaga penjual..untuk meraih perhatian dan empati baik itu dari orang tua, guru, maupun dari teman kita.. (ya walaupun mungkin tanpa adanya produk yang secara harafiah kita jual secara langsung)..tapi bukankah hal tersebut juga sudah merupakan ilmu marketing yang sangat fundamental??.
dimana kita bisa meraih perhatian bahkan keinginan sekitar untuk tertarik dan mendekat..
inilah sebuah kunci untuk menjadi sukses dalam penjualan.
Jadi, menurut saya hanya dibutuhkan beberapa hal untuk bisa lebih berhasil dalam menjadi seorang tenaga penjual yang handal dan berkualitas.yakni :
1.Mengenal dengan baik linkungan (pasar) serta keinginannya dengan pendekatan persuasif maupun penjiwaan yang lebih mendalam,serta dalam pemahaman produk maupun jasa yang kita tawarkan.
2.Menemukan warna yang sesuai dan menjadi diri sendiri (seorang ahli bisnis pernah mengatakan, bahwa salah satu penghambat pencapaian sukses yang benar2 maksimal. salah satunya adalah kebiasaan kita untuk "menjadi seperti"..seperti orang sukses..seperti si anu..seperti Tuan S..dan lain sebagainya, sehingga pencapaian tertinggi yang seharusnya bisa kita raih, yang sesuai dengan diri kita malah tidak berhasil kita capai..hal ini dikarenakan kita tidak bisa mengenali diri dan menjadi diri sendiri)
dan ke-3.(terakhir). Memiliki 1% kelebihan dari yang lainnya (walaupun disekitar kita sama2 jual sabun, sama2 jual makanan, atau sama2 jual jasa..kita harus punya lebihnya misalnya saja : sabun dengan aroma mewah dan tahan lama, beli 1 gratis 10. atau makanan dengan rasa nikmat, dengan harga yang bisa ditentukan sendiri oleh pembeli, atau jasa pangkas rambut dengan keramas gratis dan pijatan terapi di kepala, dlsb)
Semoga beberapa hal singkat yang saya bagikan diatas bisa menjadi bahan pernenungan untuk anda, para profesional yang inspiratif, inovatif, dan bahagia..
SALAM SUKSES LUAR BIASA!!!
Seperti contohnya : menjual produk kebutuhan sehari-hari seperti sabun, makanan, pasta gigi, dll
Apalagi yang intensitas penggunaannya jarang2 atau musiman..
Tentu sangat tidak mudah dan bahkan terkesan sangat sukar
Apakah seperti itu yang profesional muda rasakan??
Saya ingin mengajak anda untuk sedikit merenung dan berpikir ulang..tanpa kita sadari sejak lahir kita telah menjadi seorang tenaga penjual yang handal dan produktif. Di lingkungan, teman bermain, sekolah, dirumah..seringkali kita telah menjadi tenaga penjual..untuk meraih perhatian dan empati baik itu dari orang tua, guru, maupun dari teman kita.. (ya walaupun mungkin tanpa adanya produk yang secara harafiah kita jual secara langsung)..tapi bukankah hal tersebut juga sudah merupakan ilmu marketing yang sangat fundamental??.
dimana kita bisa meraih perhatian bahkan keinginan sekitar untuk tertarik dan mendekat..
inilah sebuah kunci untuk menjadi sukses dalam penjualan.
Jadi, menurut saya hanya dibutuhkan beberapa hal untuk bisa lebih berhasil dalam menjadi seorang tenaga penjual yang handal dan berkualitas.yakni :
1.Mengenal dengan baik linkungan (pasar) serta keinginannya dengan pendekatan persuasif maupun penjiwaan yang lebih mendalam,serta dalam pemahaman produk maupun jasa yang kita tawarkan.
2.Menemukan warna yang sesuai dan menjadi diri sendiri (seorang ahli bisnis pernah mengatakan, bahwa salah satu penghambat pencapaian sukses yang benar2 maksimal. salah satunya adalah kebiasaan kita untuk "menjadi seperti"..seperti orang sukses..seperti si anu..seperti Tuan S..dan lain sebagainya, sehingga pencapaian tertinggi yang seharusnya bisa kita raih, yang sesuai dengan diri kita malah tidak berhasil kita capai..hal ini dikarenakan kita tidak bisa mengenali diri dan menjadi diri sendiri)
dan ke-3.(terakhir). Memiliki 1% kelebihan dari yang lainnya (walaupun disekitar kita sama2 jual sabun, sama2 jual makanan, atau sama2 jual jasa..kita harus punya lebihnya misalnya saja : sabun dengan aroma mewah dan tahan lama, beli 1 gratis 10. atau makanan dengan rasa nikmat, dengan harga yang bisa ditentukan sendiri oleh pembeli, atau jasa pangkas rambut dengan keramas gratis dan pijatan terapi di kepala, dlsb)
Semoga beberapa hal singkat yang saya bagikan diatas bisa menjadi bahan pernenungan untuk anda, para profesional yang inspiratif, inovatif, dan bahagia..
SALAM SUKSES LUAR BIASA!!!
Rabu, 01 September 2010
Seberapa Besar Apimu?
Semangat kerja adalah ibarat sebuah api yang menyala,
besarnya sangat tergantung kepada apa yang menjadi bahan bakarnya,
arah mata angin, asupan udara, dan siapa yang berada dibalik kipasnya..
Tak jarang dari kaum profesional yang merasakan naik turunnya api tersebut
yang pada kenyataannya akan membawa pengaruh besar terhadap kemampuan diri,
dan bahkan membawa dampak kepada sekitar.
seringkali hal ini tidak begitu diperhatikan, dan dianggap sesuatu yang wajar dan manusiawi.
Bahkan tak jarang kaum profesional yang tak memiliki tujuan pasti dalam perkerjaannya,
pekerjaan terasa hambar, monoton, dan berulang seolah tiada akhirnya.
Kuncinya disini, untuk menjaga nyala api semangat kita agar tetap membara adalah kita harus menemukan arah (GOAL SETTING) terbesar kita, memahami kondisi intern dan ekstern pekerjaan kita, Kondisi pikiran & emosional (ketenangan jiwa) serta fisik juga tentunya dan bidang yang kita tekuni..yang kesemuanya dirangkum dalam sebuah bingkai ketekunan yang tak pernah ada putusnya.
"Ketika kita mulai malas melakukan sesuatu yang seharusnya kita lakukan (yang hakikatnya hal tersebut untuk kebaikan dan sarana pencapaian tujuan), maka paksakanlah diri kita untuk mulai melakukannya. maka kebiasaanlah yang akan membimbing kita kepada konsistensi yang permanen dalam mencapai tujuan (keberhasilan)"...ai_meku
besarnya sangat tergantung kepada apa yang menjadi bahan bakarnya,
arah mata angin, asupan udara, dan siapa yang berada dibalik kipasnya..
Tak jarang dari kaum profesional yang merasakan naik turunnya api tersebut
yang pada kenyataannya akan membawa pengaruh besar terhadap kemampuan diri,
dan bahkan membawa dampak kepada sekitar.
seringkali hal ini tidak begitu diperhatikan, dan dianggap sesuatu yang wajar dan manusiawi.
Bahkan tak jarang kaum profesional yang tak memiliki tujuan pasti dalam perkerjaannya,
pekerjaan terasa hambar, monoton, dan berulang seolah tiada akhirnya.
Kuncinya disini, untuk menjaga nyala api semangat kita agar tetap membara adalah kita harus menemukan arah (GOAL SETTING) terbesar kita, memahami kondisi intern dan ekstern pekerjaan kita, Kondisi pikiran & emosional (ketenangan jiwa) serta fisik juga tentunya dan bidang yang kita tekuni..yang kesemuanya dirangkum dalam sebuah bingkai ketekunan yang tak pernah ada putusnya.
"Ketika kita mulai malas melakukan sesuatu yang seharusnya kita lakukan (yang hakikatnya hal tersebut untuk kebaikan dan sarana pencapaian tujuan), maka paksakanlah diri kita untuk mulai melakukannya. maka kebiasaanlah yang akan membimbing kita kepada konsistensi yang permanen dalam mencapai tujuan (keberhasilan)"...ai_meku
Tentang Saya
Nama saya Ariyanto,
Saya berasal dari sebuah keluarga kecil di Surakarta, Jawa Tengah.
Saya dibesarkan dalam didikan bersahaja orang tua saya yang sederhana, baik, dan berhikmat..
Nama ayahanda saya (alm) Yohanes Karmin dan Ibunda tercinta Lea Sri Partini.
Dalam Tubuh saya mengalir darah campuran Tionghoa dengan suku jawa
Saya menghabiskan masa kecil dan remaja saya di kampung halaman,
dan Kuliah di kota lain yaitu kota madiun di sebuah Universitas Swasta dan mengambil jurusan manajemen
Saat ini saya bekerja di sebuah BPR di kota Batam dan menjabat sebagai manager kredit.
Melalui blog saya ini saya ingin berbagi mengenai cerita, pola pikir, opini, cara pandang,
dan sekaligus hobi menulis saya kepada siapa saja.
Selain menulis, saya juga hobi dunia komputer dan programming
Demikianlah gambaran singkat mengenai diri saya, semoga
yang tidak kenal menjadi kenal..dan yang sudah kenal menjadi sahabat..
Salam
Contact Person
08970056789
081364046499
Minggu, 29 Agustus 2010
LAKUKAN DENGAN HATI
Profesional,
Hari ini adalah pertama kali saya menulis dalam blog ini.
Saya sangat tertarik waktu ada seorang bapak bercerita kepada temannya, ketika itu waktu malam sebelum tidur, dari dalam kamarnya dia sempat mendengar anaknya berdoa begini : "Tuhan..tanggal 9 oktober nanti aku ulang tahun, aku tidak minta hadiah ..Tuhan aku cuma minta hari itu papa dan mama bisa ajak aku jalan2 ke mall yang baru saja diresmikan di kota kami. Berkati kedua orang tuaku Tuhan. Amin" seketika itu juga ketika sang ayah mendengar doa anaknya tersebut, ia berkata kepada istrinya.. "Tidak perlu menunggu sampai tanggal 9 Oktober, besok juga kita ajak anak kita ke Mall yang baru tersebut." dan esok paginya sudah pasti anak tersebut bersenang2 bersama kedua orang tuanya di mall tersebut.
Profesional,
Cerita di atas benar2 bisa menginspirasi saya..ketika kita melakukan terobosan baru, yang didasari pada semangat dan keteguhan hati dan dilaksanakan pada momen yang tepat dengan pantang menyerah (tulus)
tentu akan mampu menggetarkan hati dan akhirnya akan membantu kita mencapai apa yang kita harapkan dalam tempo yang lebih singkat dari apa yang kita harapkan.
Ini merupakan sebuah rahasia besar, bahwasanya manusia itu adalah makhluk sosial yang dikaruniai dengan akal dan perasaan..ketika kita melakukan sesuatu yang mampu menyentuh titik perasaan objek dengan tepat. hal ini dapat menjadi pemicu terwujudnya tujuan (negosiasi,penawaran,dll) kita.bukan hanya dapat diterapkan antara marketing dan calon nasabah, tetapi dalam perusahaanpun juga (antara bawahan terhadap atasan dan sebaliknya antara atasan terhadap bawahannya). bahkan tidak dapat dipungkiri lagi, rahasia ini juga diterapkan dibanyak sisi kehidupan lainnya.
Dengan tercapainya kepuasan secara perasaan dan hati (penerimaan yang enak, menyentuh, dan nyaman) secara tidak langsung akan membantu terbangunnya sebuah wibawa alami (rasa asih) kepada narasumber, sehingga pengabulan (pendelegasian dan pemberian perintah / permintaan) akan dapat terwujud dengan lebih mudah.
Teori diatas dapat dimanfaatkan dalam manajemen perusahaan modern yang mengutamakan SDM, dan sangat tergantung dari kinerja SDM. Juga dapat dipraktekkan oleh kaum marketing dalam memasarkan produknya.
Ai_meku
Hari ini adalah pertama kali saya menulis dalam blog ini.
Saya sangat tertarik waktu ada seorang bapak bercerita kepada temannya, ketika itu waktu malam sebelum tidur, dari dalam kamarnya dia sempat mendengar anaknya berdoa begini : "Tuhan..tanggal 9 oktober nanti aku ulang tahun, aku tidak minta hadiah ..Tuhan aku cuma minta hari itu papa dan mama bisa ajak aku jalan2 ke mall yang baru saja diresmikan di kota kami. Berkati kedua orang tuaku Tuhan. Amin" seketika itu juga ketika sang ayah mendengar doa anaknya tersebut, ia berkata kepada istrinya.. "Tidak perlu menunggu sampai tanggal 9 Oktober, besok juga kita ajak anak kita ke Mall yang baru tersebut." dan esok paginya sudah pasti anak tersebut bersenang2 bersama kedua orang tuanya di mall tersebut.
Profesional,
Cerita di atas benar2 bisa menginspirasi saya..ketika kita melakukan terobosan baru, yang didasari pada semangat dan keteguhan hati dan dilaksanakan pada momen yang tepat dengan pantang menyerah (tulus)
tentu akan mampu menggetarkan hati dan akhirnya akan membantu kita mencapai apa yang kita harapkan dalam tempo yang lebih singkat dari apa yang kita harapkan.
Ini merupakan sebuah rahasia besar, bahwasanya manusia itu adalah makhluk sosial yang dikaruniai dengan akal dan perasaan..ketika kita melakukan sesuatu yang mampu menyentuh titik perasaan objek dengan tepat. hal ini dapat menjadi pemicu terwujudnya tujuan (negosiasi,penawaran,dll) kita.bukan hanya dapat diterapkan antara marketing dan calon nasabah, tetapi dalam perusahaanpun juga (antara bawahan terhadap atasan dan sebaliknya antara atasan terhadap bawahannya). bahkan tidak dapat dipungkiri lagi, rahasia ini juga diterapkan dibanyak sisi kehidupan lainnya.
Dengan tercapainya kepuasan secara perasaan dan hati (penerimaan yang enak, menyentuh, dan nyaman) secara tidak langsung akan membantu terbangunnya sebuah wibawa alami (rasa asih) kepada narasumber, sehingga pengabulan (pendelegasian dan pemberian perintah / permintaan) akan dapat terwujud dengan lebih mudah.
Teori diatas dapat dimanfaatkan dalam manajemen perusahaan modern yang mengutamakan SDM, dan sangat tergantung dari kinerja SDM. Juga dapat dipraktekkan oleh kaum marketing dalam memasarkan produknya.
Ai_meku
Langganan:
Postingan (Atom)
